Dosen Fakultas Kehutanan Unhas, Prof. Dr. Forest. Muhammad Alif K. Sahide, S.Hut., M.Si., yang turut mendampingi delegasi menjelaskan bahwa kajian mengenai commons tidak hanya berbicara tentang hutan.
Konsep ini mencakup berbagai sumber daya yang digunakan dan dikelola secara kolektif oleh masyarakat, mulai dari kawasan mangrove, perairan pesisir, hingga aspek kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat.
“Karena itu, konferensi ini tidak berfokus pada satu bidang ilmu tertentu. Kami mempertemukan berbagai perspektif untuk memahami hubungan antara manusia, lingkungan, dan sumber daya yang mereka kelola bersama,” jelasnya.
Menurut Prof. Alif, Sulawesi Selatan dipandang sebagai lokasi yang strategis karena menyimpan keragaman ekosistem sekaligus praktik pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat yang menjadi perhatian komunitas akademik internasional.
Selain konferensi ilmiah, peserta juga akan mengikuti kegiatan lapangan untuk mengamati langsung berbagai praktik tersebut.
Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyambut baik rencana penyelenggaraan konferensi tersebut. Ia menilai isu pengelolaan sumber daya bersama semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan kebutuhan pembangunan yang berkelanjutan.





