
“Sanitary landfill membutuhkan cover soil agar seluruh area timbunan sampah dapat tertutup dengan baik. Ke depan, area bukaan yang tersedia hanya akan digunakan untuk residu hasil pemilahan, bukan lagi sampah campuran,” jelasnya.
Munafri menekankan bahwa transformasi pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada pembenahan TPA, tetapi juga harus dimulai dari sumbernya.
Karena itu, Pemkot Makassar tengah memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis wilayah melalui optimalisasi TPS 3R, tempat penampungan sementara, serta fasilitas pendukung lainnya di tingkat kelurahan dan kecamatan.
“Proses pengolahan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Peran TPS 3R dan TPS sementara menjadi sangat penting untuk mendukung sistem yang sedang dibangun,” katanya.
Untuk mendukung percepatan program tersebut, Pemerintah Kota Makassar telah mengumpulkan seluruh camat dan lurah guna memastikan pengelolaan sampah berbasis wilayah berjalan secara serentak dan terintegrasi.
Saat ini, progres pembenahan TPA Antang menuju sistem sanitary landfill telah mencapai lebih dari 40 persen. Penimbunan menggunakan material cover soil terus dilakukan setiap hari pada area yang sebelumnya menjadi lokasi penumpukan sampah terbuka.





