
Menurut Ishaq, penilaian pembangunan zona integritas tidak hanya pada kelengkapan dokumen. Namun, yang juga penting adalah bagaimana implementasi secara faktual. Tim Penilai dari Kementerian dapat melakukan observasi secara langsung melalui berbagai cara, termasuk hadir sebagai pasien untuk melihat kualitas layanan yang diberikan.
“Karena itu, hal-hal sederhana seperti keberadaan penunjuk arah, keramahan petugas keamanan, hingga kualitas pelayanan di garda terdepan merupakan aspek fundamental yang dapat menjadi nilai tambah dalam penilaian,” jelas Ishaq.
Lebih lanjut, Ishaq menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak boleh hanya berfokus pada unit-unit tertentu, melainkan harus menjadi tanggung jawab seluruh elemen rumah sakit. Kejelasan prosedur pelayanan, kenyamanan fasilitas, serta konsistensi budaya pelayanan menjadi indikator penting yang diperhatikan dalam proses evaluasi.
Ishaq juga menyoroti pentingnya mendorong perubahan budaya kerja yang berkelanjutan. Salah satu contoh yang disampaikan adalah pengaturan pola kerja petugas keamanan agar tetap mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.





