MakassarNews

Akademisi Unhas Apresiasi Program Pete-pete Laut Pemkot Makassar

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Program layanan transportasi laut gratis “Pete-pete Laut” yang diinisiasi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari akademisi Universitas Hasanuddin sekaligus Ketua Center for Information and Development Studies (CIDES) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan, Dr. Adi Suryadi Culla.

Menurut Adi, kehadiran Pete-pete Laut merupakan langkah strategis dalam memperkuat konektivitas masyarakat kepulauan sekaligus mendukung pemerataan pelayanan publik hingga ke wilayah terluar Kota Makassar.

Ia menilai program tersebut menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kepulauan yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan akses, baik dalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, aktivitas ekonomi, maupun pelayanan administrasi pemerintahan.

Akademisi Universitas Hasanuddin sekaligus Ketua Center for Information and Development Studies (CIDES) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan, Dr. Adi Suryadi Culla
Akademisi Universitas Hasanuddin sekaligus Ketua Center for Information and Development Studies (CIDES) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sulawesi Selatan, Dr. Adi Suryadi Culla

“Transportasi merupakan kebutuhan dasar masyarakat pulau. Dengan konektivitas yang semakin baik, akses terhadap berbagai layanan publik akan semakin mudah dijangkau,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Adi menjelaskan, penguatan konektivitas antarpulau merupakan salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, keterbatasan akses transportasi selama ini menjadi faktor yang memengaruhi kesempatan masyarakat dalam memperoleh layanan dasar dan mengembangkan aktivitas ekonomi.

BACA JUGA  Pjs Arwin Azis Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Tekankan Pemimpin sebagai Teladan

Karena itu, kehadiran Pete-pete Laut dinilai bukan sekadar menyediakan sarana transportasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan memperkuat integrasi sosial serta ekonomi wilayah kepulauan.

Ia juga menilai program tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, dengan memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh perhatian yang sama seperti masyarakat di kawasan perkotaan.

Selain mendukung pelayanan publik, Adi melihat Pete-pete Laut memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pulau. Kemudahan mobilitas diyakini dapat memperlancar distribusi barang, memperkuat aktivitas perdagangan, serta membuka peluang usaha baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, peningkatan konektivitas juga dinilai dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata bahari di kawasan Kepulauan Sangkarrang. Akses transportasi yang lebih teratur akan memudahkan wisatawan menjangkau berbagai destinasi wisata pulau yang menjadi salah satu potensi unggulan Kota Makassar.

BACA JUGA  Dunia Pendidikan Makassar Unjuk Prestasi, Raih Penghargaan Adiwiyata Terbanyak di Sulsel

Adi berharap program Pete-pete Laut dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan sehingga tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan pariwisata wilayah kepulauan.

Pada tahap awal, layanan Pete-pete Laut akan beroperasi menggunakan satu armada berkapasitas sekitar 25 hingga 30 penumpang dengan frekuensi pelayanan satu kali setiap pekan. Rute pelayaran dimulai dari Pulau Barrang Lompo menuju Pulau Bone Tambu, Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai, hingga pulau terluar sebelum kembali ke titik keberangkatan.

Program ini diharapkan menjadi solusi transportasi yang mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan Kota Makassar. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button