
“Bagus kalau kita tanam pohon Sensus Ekonomi kita, sebagai bagian dari menjaga kota kita. Bisa juga dilakukan di kantor Balaikota,” usulnya.
Ia juga menawarkan beberapa alternatif waktu agar dapat hadir secara langsung dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon bersama para petugas sensus.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPS Kota Makassar, Abdul Hafid, menyambut positif gagasan yang disampaikan Wali Kota Makassar. Menurutnya, penanaman pohon merupakan simbol yang relevan dengan semangat Sensus Ekonomi karena mencerminkan harapan akan pertumbuhan dan keberlanjutan ekonomi di masa mendatang.
Selain itu, pohon juga merepresentasikan cakupan Sensus Ekonomi yang menyentuh seluruh sektor usaha, termasuk sektor pertanian.
“Ini menjadi simbol bahwa Sensus Ekonomi diharapkan bisa memberikan informasi yang akurat untuk pertumbuhan ekonomi kita ke depan. Ide dari Bapak Wali Kota ini sangat luar biasa,” ungkap Abdul Hafid.
Ia menjelaskan, audiensi tersebut tidak hanya membahas aspek teknis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Makassar, tetapi juga menjadi momentum bagi BPS untuk mendata langsung keluarga Wali Kota Makassar sebagai bagian dari agenda nasional.





