MakassarNewsRegional

OJK Sulsel Sulbar Edukasi 370 Pelajar dan Mahasiswa di Sulbar, Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Melalui rangkaian edukasi keuangan yang digelar pada 9-11 Juni 2026, OJK menjangkau ratusan pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, dan Majene, Sulawesi Barat.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen OJK dalam membentuk generasi muda yang cakap finansial, mampu mengelola keuangan secara bijak, serta memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara aman dan bertanggung jawab di era digital.

Selain membekali peserta dengan pemahaman pengelolaan keuangan, kegiatan edukasi juga difokuskan pada peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai risiko kejahatan keuangan, mulai dari penipuan digital, pinjaman online ilegal, hingga investasi ilegal yang semakin marak menyasar kelompok usia muda.

Pada Selasa (9/6), OJK Sulsel Sulbar bersama industri perbankan menggelar edukasi keuangan di SMP Negeri 2 Mamuju yang diikuti oleh 120 pelajar. Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penyerahan simbolis rekening Simpanan Pelajar (SimPel) sebagai upaya memperluas akses keuangan di lingkungan pendidikan.

Melalui kepemilikan rekening tabungan sejak dini, para pelajar diharapkan mulai membangun budaya menabung dan belajar mengelola keuangan secara terencana demi mendukung kemandirian finansial di masa depan.

Edukasi kemudian berlanjut pada Rabu (10/6) di SD Inpres Ngapaboa, Kabupaten Mamuju Tengah, dengan melibatkan 100 siswa sekolah dasar. Materi disampaikan secara interaktif dan mudah dipahami, meliputi pengenalan konsep dasar pengelolaan keuangan, pentingnya menabung, serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan sejak usia dini.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar Sambut Taruna AAL 2025, Tekankan Pentingnya Jaga Kedaulatan Laut
Literasi Keuangan kepada siswa SD Inpres Mamuju
Literasi Keuangan kepada siswa SD Inpres Ngapaboa, Mamuju Tengah

Selanjutnya, pada Kamis (11/6), OJK Sulsel Sulbar menyasar kalangan perguruan tinggi melalui kegiatan edukasi keuangan di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Kabupaten Majene. Kegiatan yang bekerja sama dengan Lembaga Penerbitan dan Penyiaran (LPP) Karakter Unsulbar tersebut diikuti oleh 150 civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Literasi Keuangan Kepada Mahasiswa Unsulbar
Literasi Keuangan kepada Mahasiswa Unsulbar

Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh materi mengenai pengelolaan keuangan pribadi, pemanfaatan layanan keuangan secara bijak, serta pengenalan berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang seiring pesatnya transformasi teknologi.

Secara terpisah, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengatakan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan cakap finansial.

“Pemahaman keuangan yang baik sejak usia sekolah hingga perguruan tinggi merupakan bekal penting bagi generasi muda dalam merencanakan masa depan. Selain mampu mengelola keuangan secara bijak, generasi muda juga perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan layanan keuangan digital secara cerdas serta memahami berbagai risiko yang dapat muncul dalam aktivitas keuangan di era digital,” ujarnya.

Menurut Muchlasin, edukasi keuangan yang diberikan secara berjenjang sejak usia sekolah hingga perguruan tinggi diharapkan dapat membantu generasi muda mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak dan bertanggung jawab.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar Serahkan IMB Pembangunan Gereja Naungan Sinode Toraja

Upaya tersebut sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025 yang menunjukkan peningkatan tingkat literasi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa menjadi 61,76 persen, naik dibandingkan 56,42 persen pada 2024. Sementara itu, tingkat literasi keuangan syariah pada kelompok yang sama juga meningkat dari 30,17 persen pada 2024 menjadi 40,49 persen pada 2025.

Data tersebut menunjukkan tren positif dalam pemahaman keuangan generasi muda. Meski demikian, OJK menilai edukasi yang berkelanjutan masih diperlukan untuk memperkuat pemahaman mengenai manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam menggunakan produk serta layanan jasa keuangan.

Melalui kegiatan yang menjangkau sebanyak 370 pelajar dan mahasiswa di tiga kabupaten di Sulawesi Barat tersebut, OJK Sulsel Sulbar berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang semakin melek keuangan, memiliki budaya menabung yang kuat, bijak dalam bertransaksi digital, serta mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dengan meningkatnya pemahaman dan akses terhadap produk serta layanan jasa keuangan, generasi muda diharapkan dapat menjadi pelaku utama dalam membangun budaya keuangan yang sehat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button