
“Indonesia Gastrodiplomacy Series adalah salah satu alat untuk menjembatani hubungan antara pihak luar dengan pemerintah daerah. Ini merupakan salah satu instrumen soft power diplomacy yang sangat kuat,” ujar Heru.
Dalam forum tersebut, sebanyak 41 delegasi dari 28 negara hadir untuk melihat secara langsung potensi yang dimiliki Kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan. Dari jumlah itu, delapan negara mulai menjajaki peluang kerja sama, termasuk skema Sister City dengan Kota Makassar.
Menurut Heru, makanan merupakan bahasa universal yang mampu mempertemukan berbagai budaya dalam suasana yang lebih terbuka dan produktif. Karena itu, gastrodiplomasi dinilai efektif sebagai sarana membangun komunikasi sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar yang dinilai sukses menyelenggarakan IGS 2026 dan menghadirkan puluhan delegasi dari negara sahabat.
“Atas nama Kementerian Luar Negeri, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar yang telah mempersiapkan Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026 dengan sangat baik,” katanya.





