
“Makassar merupakan kota yang sejak lama dikenal sebagai gerbang perjalanan di kawasan Indonesia Timur dan menjadi titik pertemuan berbagai budaya, gagasan, serta persahabatan yang terus tumbuh hingga saat ini,” ujarnya.
Menurut Katharine, semangat keterbukaan tersebut tercermin dalam penyelenggaraan pameran yang menghadirkan kekayaan kuliner, kerajinan, dan berbagai produk unggulan daerah hasil karya para pelaku usaha serta perajin lokal.
Ia menambahkan, setiap karya yang ditampilkan bukan sekadar produk ekonomi, melainkan juga representasi tradisi, kreativitas, dan identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi dan terus berkembang melalui inovasi para pelaku UMKM.
Melalui kegiatan ini, Dekranasda Kota Makassar berharap produk-produk lokal semakin dikenal di tingkat internasional, memperluas peluang kerja sama ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat peran Makassar sebagai kota yang aktif membangun diplomasi budaya melalui kekayaan warisan dan kreativitas masyarakatnya. (*)





