
Melalui wawancara pada Senin (29/6), Muhammad Kurnia menjelaskan bahwa perubahan lingkungan telah menjadi tantangan yang tidak dapat dihindari dalam pembangunan sektor perikanan.
Penguatan kapasitas nelayan dan pembudidaya menjadi salah satu langkah strategis agar masyarakat pesisir mampu mengantisipasi berbagai risiko sekaligus mempertahankan keberlanjutan usaha mereka di tengah perubahan kondisi lingkungan yang berlangsung semakin dinamis.
“Perubahan lingkungan bukan lagi isu yang akan dihadapi di masa depan, tetapi sudah menjadi realitas yang dirasakan langsung oleh nelayan dan pembudidaya. Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting agar sektor perikanan tetap produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Setiap dampak perubahan lingkungan memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda sehingga memerlukan strategi penanganan yang spesifik. Pengelolaan perikanan tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan yang seragam, melainkan harus disusun secara adaptif berdasarkan kondisi ekologi, sosial, dan ekonomi di setiap wilayah.
Lebih lanjut, Kurnia menuturkan bahwa berbagai dampak perubahan lingkungan dapat diminimalkan melalui identifikasi risiko sejak dini, penilaian risiko yang komprehensif, serta penerapan strategi adaptasi yang dirancang secara sistematis dan berkelanjutan.





