
SOLUSIMEDIA.ID – Gelombang panas ekstrem yang melanda kawasan Eropa sejak 21 Juni 2026 terus memicu kekhawatiran dunia. Sejumlah negara mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan Juni, bahkan beberapa wilayah mengalami temperatur di atas 40 derajat Celsius.
Fenomena cuaca ekstrem ini datang lebih awal dibandingkan pola puncak musim panas yang biasanya terjadi di kawasan Eropa. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan, tetapi juga mengganggu layanan transportasi, meningkatkan risiko kebakaran hutan, hingga menyebabkan korban jiwa.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebut gelombang panas yang terjadi saat ini berkaitan erat dengan krisis iklim. Para ilmuwan menilai peningkatan suhu global membuat Eropa menjadi benua yang mengalami pemanasan paling cepat dibandingkan kawasan lain di dunia.
Kepala Informasi Iklim WMO, John Kennedy, mengatakan bahwa dalam lima dekade terakhir Eropa telah mengalami kenaikan suhu rata-rata sekitar dua derajat Celsius.
“Sejak gelombang panas bersejarah pada 1976, Eropa secara keseluruhan telah menghangat sekitar dua derajat. Ini adalah benua yang paling cepat memanas dan suhu ekstrem juga semakin meningkat,” ujarnya.





