
Perspektif serupa juga disampaikan oleh Vice President Shanghai Ocean University, Prof. Weijie Ni. Ia melihat Unhas sebagai mitra strategis di kawasan Asia, dengan potensi besar dalam memperkuat riset bersama sekaligus membuka peluang mobilitas akademik yang lebih luas. Sinergi ini diyakini akan melahirkan inovasi teknologi kelautan yang tidak hanya relevan secara regional, tetapi juga berkontribusi pada isu global.
Salah satu fokus utama kolaborasi adalah pengembangan konsep _marine ranching_ berbasis sains. Program ini dipadukan dengan agenda nasional seperti Kampung Nelayan Merah Putih, sehingga menghasilkan pendekatan yang akademis dan juga aplikatif. Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perikanan, memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan.
Momentum penting dalam kerja sama ini ditandai melalui pelaksanaan _Unveiling Ceremony for the Establishment of a Stock-Enhancement-Oriented Marine Ranch_. Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi simbol dimulainya fase implementasi kolaborasi berbasis riset dan inovasi teknologi untuk penguatan stok sumber daya perikanan.





