
Melalui platform _marine ranching_, ketiga universitas mengintegrasikan berbagai pilar tridarma—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—dalam satu ekosistem kolaboratif. Model ini diharapkan menjadi contoh pengembangan kawasan pesisir berbasis ilmu pengetahuan yang adaptif dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan kolaborasi juga diperkuat melalui kunjungan lapangan ke Kepulauan Spermonde. Delegasi meninjau langsung implementasi artificial reef di Pulau Bonetambung, pengembangan budidaya ikan komersial di Pulau Barrang Caddi, serta fasilitas hatchery di Pulau Barrang Lompo yang menjadi pusat program stock enhancement FIKP Unhas. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata bagaimana riset dapat dihubungkan langsung dengan kebutuhan lapangan.
Keseluruhan inisiatif ini semakin mempertegas posisi Universitas Hasanuddin sebagai salah satu pusat unggulan riset kelautan di Indonesia yang aktif membangun jejaring global. Kolaborasi dengan SHOU dan GDOU tidak hanya memperluas horizon akademik, tetapi juga menghadirkan model kerja sama internasional yang berorientasi pada solusi.
Pertemuan antara delegasi Shanghai Ocean University, Guangdong Ocean University, dan pimpinan Universitas Hasanuddin berlangsung di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, pada Selasa (23/6).





