
AHY menegaskan keberhasilan pembangunan tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Pembangunan kota harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan di lapangan. Saya mengajak kita semua terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar hasil pembangunan semakin optimal,” katanya.
Dalam sidang pleno penutupan, Rakernas APEKSI XVIII juga menetapkan tujuh rekomendasi strategis sebagai hasil kesepakatan para wali kota se-Indonesia. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan kapasitas fiskal daerah dan reformasi hubungan keuangan pusat-daerah, penataan kebijakan aparatur sipil negara (ASN) dan PPPK, penguatan tata kelola Program Strategis Nasional (PSN), percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas, transformasi digital pemerintahan dan pelayanan publik, penguatan ketahanan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, serta pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif.





