
Helmy juga mengungkapkan, Pemerintah Kota Makassar saat ini tengah melakukan berbagai pembenahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), termasuk percepatan penghentian sistem open dumping sesuai arahan pemerintah pusat.
“Insya Allah tahun ini kami terus melakukan pembenahan. Target kami pada Agustus nanti sistem open dumping sudah dapat dihentikan sepenuhnya. Ke depan TPA hanya menerima sampah residu, sedangkan sampah organik akan diolah sejak dari sumber melalui pemilahan dan teknologi pengolahan yang lebih baik,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan DLH memperoleh penjelasan mengenai teknologi SOMYA Digester yang mampu mengolah sampah organik menjadi kompos dalam waktu empat hingga delapan jam. Teknologi ini juga diklaim mampu mengurangi volume sampah hingga sekitar 90 persen tanpa menghasilkan emisi karbon maupun gas penyebab bau karena prosesnya tidak menggunakan pembakaran.
Selain memiliki sistem operasi berbasis layar sentuh, mesin tersebut juga dapat ditempatkan langsung di lokasi sumber sampah seperti hotel, rumah sakit, restoran maupun kawasan komersial sehingga proses pengolahan dapat dilakukan sejak awal.





