
“Bahkan kami berharap nantinya ada pertandingan kelompok umur, khususnya bagi SSB, sehingga bakat-bakat muda bisa mendapatkan ruang untuk berkembang,” ujarnya.
Selain pembinaan atlet, Munafri juga menekankan pentingnya profesionalisme perangkat pertandingan, terutama wasit. Ia berharap seluruh pertandingan dipimpin secara adil dan objektif agar kualitas kompetisi tetap terjaga.
Ke depan, Pemerintah Kota Makassar menargetkan Walikota Cup berkembang menjadi turnamen yang lebih luas dengan pelaksanaan di sejumlah kecamatan sehingga semakin banyak klub yang dapat berpartisipasi.
Ia juga berencana mendorong setiap tim peserta menurunkan tiga hingga lima pemain muda sebagai bagian dari upaya mempercepat regenerasi atlet sepak bola daerah.
Munafri menegaskan, Pemerintah Kota Makassar akan terus mendukung pengembangan olahraga, termasuk menjadikan Walikota Cup sebagai turnamen bergengsi yang mampu menarik minat klub-klub dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami ingin Walikota Cup menjadi kompetisi yang dinanti banyak klub, bukan hanya dari Makassar tetapi juga dari berbagai daerah. Meski saat ini Makassar belum memiliki stadion sendiri, insyaallah harapan itu tidak lama lagi akan terwujud,” tutupnya. (*)





