
“Kami merancang titik-titik nobar di ruang publik tanpa mengganggu aktivitas kantor. Seluruh unsur akan dilibatkan, termasuk dinas yang membidangi UMKM dan PKL agar kegiatan ini benar-benar memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat,” jelasnya.
Munafri juga menginstruksikan seluruh pemerintah kecamatan mengundang pedagang kaki lima untuk membuka lapak di sekitar lokasi nobar. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada pelaku usaha kecil, termasuk PKL yang sebelumnya telah direlokasi dalam rangka penataan kawasan Kota Makassar.
“Kita ingin para pedagang ikut merasakan manfaat dari ramainya masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan. Ini adalah bentuk pemberdayaan sekaligus dukungan kepada PKL agar usahanya semakin berkembang,” tegasnya.
Selain mendorong perputaran ekonomi, Pemkot Makassar berharap kegiatan nobar dapat menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus menghidupkan kembali aktivitas di ruang-ruang publik.
Sementara itu, untuk laga final Piala Dunia 2026, Pemerintah Kota Makassar tengah menyiapkan penyelenggaraan nobar berskala besar di Lapangan Karebosi. Kawasan tersebut akan dipersiapkan untuk menampung ribuan warga yang ingin menyaksikan pertandingan final secara bersama-sama.





