
Bagi Kota Makassar, lanjutnya, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya terus menjadi salah satu prioritas melalui pembinaan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi produk, penguatan kemitraan, serta perluasan akses pasar.
“Kemajuan industri kriya akan memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam Coaching Clinic tersebut, para peserta memperoleh berbagai materi, di antaranya strategi membangun merek produk kriya yang kompetitif, pengembangan desain, motif dan warna, hingga pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM dan perajin diharapkan mampu menghasilkan produk yang semakin inovatif, memiliki identitas yang kuat, terlindungi secara hukum, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. (*)





