
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih cakap mengelola keuangan dan mampu mengambil keputusan finansial secara bijak.
“Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keuangan keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan, OJK juga memperkenalkan berbagai layanan yang dapat diakses masyarakat melalui Lembaga Jasa Keuangan (LJK), termasuk pemanfaatan Agen Laku Pandai yang menghadirkan layanan perbankan hingga ke wilayah pedesaan.
Melalui Agen Laku Pandai, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan seperti pembukaan rekening, transaksi perbankan, pembayaran, hingga layanan keuangan lainnya dengan lebih mudah, aman, dan terjangkau.
Di Kabupaten Sinjai, jaringan Agen Laku Pandai terus berkembang. Saat ini tercatat terdapat 1.403 agen yang terdiri atas 1.169 Agen BRILink, 91 Mandiri Agen, 93 BSI Smart, dan 50 Agen46 BNI. Kehadiran jaringan tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus mendorong peningkatan inklusi keuangan hingga ke wilayah pesisir dan desa.





