
SOLUSIMEDIA.ID, SINJAI — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan hingga ke wilayah pesisir. Bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, OJK menggelar edukasi keuangan bagi keluarga nelayan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan keluarga sekaligus memperluas akses terhadap layanan keuangan formal, khususnya bagi masyarakat pesisir yang memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah.
Puluhan ibu rumah tangga dari keluarga nelayan mengikuti edukasi yang berfokus pada pengelolaan keuangan rumah tangga secara sehat dan berkelanjutan. Peserta dibekali materi mengenai penyusunan perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran, pentingnya membangun kebiasaan menabung, hingga strategi menyiapkan kebutuhan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.
Selain itu, OJK juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang legal. Masyarakat diedukasi untuk mengenali ciri-ciri investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus penipuan digital yang kian marak agar terhindar dari potensi kerugian finansial.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih cakap mengelola keuangan dan mampu mengambil keputusan finansial secara bijak.
“Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keuangan keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan, OJK juga memperkenalkan berbagai layanan yang dapat diakses masyarakat melalui Lembaga Jasa Keuangan (LJK), termasuk pemanfaatan Agen Laku Pandai yang menghadirkan layanan perbankan hingga ke wilayah pedesaan.
Melalui Agen Laku Pandai, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan seperti pembukaan rekening, transaksi perbankan, pembayaran, hingga layanan keuangan lainnya dengan lebih mudah, aman, dan terjangkau.
Di Kabupaten Sinjai, jaringan Agen Laku Pandai terus berkembang. Saat ini tercatat terdapat 1.403 agen yang terdiri atas 1.169 Agen BRILink, 91 Mandiri Agen, 93 BSI Smart, dan 50 Agen46 BNI. Kehadiran jaringan tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus mendorong peningkatan inklusi keuangan hingga ke wilayah pesisir dan desa.
Program edukasi tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Tongke-Tongke. Para peserta menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan keluarga nelayan, terutama dalam mengatur keuangan rumah tangga dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan maupun aktivitas keuangan ilegal.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap keluarga nelayan semakin mampu mengelola keuangan secara bijak, memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan formal sesuai kebutuhan, serta memiliki ketahanan finansial yang lebih baik.
Ke depan, OJK Sulselbar akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha jasa keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas jangkauan program literasi dan inklusi keuangan hingga menjangkau masyarakat pesisir, pedesaan, dan kelompok rentan.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, OJK berkomitmen mewujudkan masyarakat yang semakin cakap finansial, terlindungi sebagai konsumen, serta mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (*)





