
Menurut Appi, proses pemilihan penyedia jasa akan berlangsung sesuai mekanisme yang berlaku. Setelah masa pemasukan penawaran berakhir, pemerintah akan melakukan evaluasi administrasi dan teknis untuk menentukan kontraktor terbaik.
“Memang ada waktunya sekitar satu bulan untuk menyeleksi kontraktor, setelah itu ditentukan pemenangnya. Terbuka untuk siapa pun kontraktornya,” jelasnya.
Dengan nilai proyek yang mencapai sekitar Rp350 miliar, Munafri menegaskan seluruh proses pembangunan akan dikawal secara ketat untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi.
Menurutnya, pembangunan stadion memiliki standar teknis yang jauh lebih kompleks dibandingkan bangunan pada umumnya sehingga setiap tahapan harus dilaksanakan secara cermat.
“Tentu kita akan kawal semuanya. Pola pekerjaan, proses tender, semuanya harus dijaga dan dikawal bersama-sama APH untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pembangunan,” ujarnya.
“Ini tidak bisa salah-salah karena stadion bukan bangunan biasa. Ada aturan, standarisasi, dan berbagai persyaratan teknis yang harus dipenuhi,” sambungnya.
Lebih dari sekadar fasilitas olahraga, Stadion Untia juga diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan kawasan baru di wilayah utara Kota Makassar. Pemerintah tengah menyusun grand design pengembangan kawasan agar kehadiran stadion dapat mendorong investasi dan aktivitas ekonomi di sekitarnya.





