
Program ini menyasar Kelompok Mentari, yang beranggotakan sepuluh perempuan dan ibu rumah tangga di Pulau Barrang Caddi. Selama ini mereka mengolah hasil laut menjadi berbagai produk kuliner sebagai sumber tambahan pendapatan keluarga nelayan.
Melalui pendekatan berbasis komunitas, Sea-to-Table tidak hanya menghadirkan platform pemasaran digital, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang menghubungkan potensi lokal dengan kebutuhan pasar.
Sebelum memanfaatkan platform digital, para peserta terlebih dahulu mendapatkan pelatihan mengenai strategi pemasaran, penentuan harga, penguatan merek (branding), teknik pengemasan, peningkatan kualitas produk olahan hasil laut, hingga pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi.
Tim pengabdian juga menyerahkan sejumlah peralatan pendukung produksi berupa freezer, wajan produksi, timbangan digital, dan timbangan manual guna meningkatkan kapasitas serta kualitas usaha kelompok.
Menurut Prof. Seniwati, transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dalam memanfaatkannya secara berkelanjutan.





