
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus mengintensifkan edukasi dan partisipasi masyarakat melalui program Jelajah Sampah 2026. Setelah menyambangi sejumlah wilayah, program tersebut kembali digelar di Kecamatan Tamalate sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mempercepat terwujudnya visi Makassar Bebas Sampah 2029.
Jelajah Sampah merupakan salah satu program strategis DLH Kota Makassar yang dirancang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya. Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif, program ini mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sebagai budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, pemerintah kecamatan dan kelurahan, komunitas lingkungan, dunia usaha, hingga institusi pendidikan. Beragam aktivitas digelar, seperti plogging atau berjalan sambil memungut sampah, aksi bersih lingkungan, edukasi pengelolaan sampah, talkshow, serta workshop yang membahas pentingnya pengurangan dan pemilahan sampah dari rumah tangga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmi Budiman, mengatakan Jelajah Sampah tidak hanya menjadi agenda edukasi, tetapi juga menjadi wadah membangun kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
“Melalui Jelajah Sampah, kami ingin menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat. Perubahan besar selalu diawali dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, seperti memilah sampah dari rumah dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” ujar Helmi.
Menurutnya, keberhasilan mewujudkan Makassar yang bersih tidak dapat dicapai hanya melalui peran pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas lingkungan.
Karena itu, melalui Jelajah Sampah, DLH Kota Makassar terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat untuk memperluas edukasi dan mendorong partisipasi aktif warga dalam pengelolaan persampahan.
Selain mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya, DLH juga mengajak warga mengurangi penggunaan produk sekali pakai, memanfaatkan bank sampah, serta mendukung berbagai program pelestarian lingkungan yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar.
Helmi menambahkan, rangkaian Jelajah Sampah 2026 akan terus dilaksanakan secara bergilir di seluruh kecamatan. Program ini menjadi salah satu strategi DLH dalam memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendukung transformasi sistem persampahan menuju konsep ekonomi sirkular.
Melalui gerakan tersebut, DLH Kota Makassar optimistis semakin banyak masyarakat yang terlibat sebagai agen perubahan. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, target mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029, lingkungan yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan diyakini dapat tercapai. (*)





