
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Komitmen mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029 terus diperkuat melalui berbagai aksi nyata. Salah satunya lewat kegiatan Jelajah Sampah yang digelar di Kecamatan Manggala, (12/7). Kegiatan yang menggabungkan aksi bersih lingkungan dan edukasi pengelolaan sampah ini dibuka langsung oleh Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kita (DLHK) Makassar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi plogging, yakni olahraga lari santai sambil memungut sampah di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Manggala. Dari aksi tersebut, peserta berhasil mengumpulkan sekitar 17 kilogram sampah, terdiri atas 13,8 kilogram sampah anorganik, 2 kilogram sampah organik, dan 1 kilogram sampah residu.
Selain aksi bersih lingkungan, kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran Sentra Tukar Sampah Kecamatan Manggala. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih aktif memilah sampah sejak dari rumah sekaligus mendukung pengembangan ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi lingkungan, panitia turut menghadirkan sejumlah kelas edukasi yang diikuti antusias oleh masyarakat. Materi yang diberikan meliputi teknik pembuatan biopori dan kompos untuk pemanfaatan sampah organik, budidaya maggot sebagai solusi penguraian limbah organik yang bernilai ekonomi, hingga pembuatan eco-enzyme dari limbah kulit buah dan sayuran menjadi cairan serbaguna yang ramah lingkungan.
Puncak kegiatan diisi dengan Talkshow Persampahan yang menghadirkan anggota Dewan Lingkungan Hidup, Mashud Azikin, serta Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya Pusat Pengendali Dampak Lingkungan Sulawesi dan Maluku Kementerian Lingkungan Hidup, Ellyyana Said.
Dalam diskusi tersebut, kedua narasumber menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari masyarakat, komunitas, dunia usaha hingga pemerintah, agar target pengurangan sampah dapat tercapai secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan Jelajah Sampah, Pemerintah Kota Makassar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilah dan mengelola sampah terus meningkat. Kehadiran Sentra Tukar Sampah juga diharapkan menjadi salah satu penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam mendukung terwujudnya Makassar Bebas Sampah 2029. (*)





