Kerajinan Lokal Dari Kulit Pakis, Anyaman Teduhu Berupaya Jajal Pasar Nasional

Di tengah perkembangan pemasaran digital, Anyaman Teduhu juga mulai beradaptasi dengan memperkuat promosi melalui media sosial. Meski pengelolaannya saat ini belum maksimal dan pemasaran masih lebih banyak dilakukan secara offline, kelompok perajin tersebut mulai mendorong digitalisasi agar produk dapat menjangkau konsumen yang lebih luas
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) sejauh ini terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui penguatan produk kriya lokal. Hal ini menjadi bagian dari strategi investasi sosial perusahaan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya lokal melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Saat ini, PT Vale membina dua kelompok pengrajin, yakni Komunitas Teduhu dari Desa Nuha yang beranggotakan 12 pengrajin dengan bahan baku pakis hutan, serta Komunitas Sampa Konao dari Desa Matano yang terdiri atas 10 pengrajin muda yang memanfaatkan pelepah pohon aren sebagai material utama.
Selain pembinaan, perusahaan juga memperluas pasar produk kriya tersebut dengan menjadikannya sebagai suvenir resmi bagi tamu korporat serta memasarkannya melalui jaringan hotel dan galeri.





