
Ia menambahkan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk memastikan pelayanan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih, tetap terjaga, terutama di tengah musim kemarau.
Sebelumnya, Perumda Air Minum Kota Makassar telah melakukan sejumlah langkah penanganan di kawasan Kerung-Kerung yang terdampak gangguan distribusi air. Upaya yang dilakukan meliputi injeksi air ke jaringan distribusi, pengiriman mobil tangki air bersih, hingga pembenahan sistem suplai untuk melayani sekitar 100 hingga 200 kepala keluarga.
Kepala Wilayah IV Perumda Air Minum Kota Makassar, Fitria Gasim, menjelaskan gangguan distribusi air disebabkan menurunnya debit air baku yang masuk ke wilayah pelayanan dalam kota.
Ia menyebut, pada bulan lalu debit air yang diterima hanya sekitar 200 liter per detik, jauh di bawah kebutuhan ideal yang berkisar antara 400 hingga 550 liter per detik.
“Kalau suplai air yang masuk bisa mencapai 400 sampai 550 liter per detik, maka masyarakat bisa menikmati air bersih secara maksimal. Namun karena debitnya tidak stabil, wilayah seperti Kerung-Kerung ikut terdampak,” jelasnya.





