
Kini ia kembali dipercayakan di PSM, Coach Darije mengaku masih mengingat dengan jelas atmosfer yang dirasakan saat pertama kali menangani Pasukan Ramang sekitar delapan tahun silam.
Dukungan luar biasa dari suporter menjadi salah satu alasan yang membuat dirinya selalu merindukan Kota Makassar.
“Saya masih mengingat ketika berada di sini delapan tahun lalu, semua di PSM memiliki tempat khusus di hati saya. Bersama-sama, mari kita bergerak maju untuk membawa PSM Makassar kembali ke tempat yang memang seharusnya menjadi milik PSM,” imbuh Darije.
Ucapan tersebut disambut antusias oleh para komunitas pendukung PSM yang berharap kehadiran Darije di Makassar dapat menjadi energi positif bagi tim berjuluk Juku Eja.
Sementara itu, Wali Kota Makassar yang juga mantan CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa PSM bukan sekadar klub sepak bola, melainkan identitas dan kebanggaan masyarakat Makassar serta Sulawesi Selatan.
Menurutnya, mengembalikan kejayaan Juku Eja membutuhkan kebersamaan seluruh elemen, mulai dari manajemen, pelatih, pemain, pemerintah, hingga dukungan penuh para suporter yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis pendukung paling loyal di Indonesia.





