
Adapun 23 perguruan tinggi yang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama BPBD Kota Makassar diantaranya Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Islam Makassar (UIM), Universitas Bosowa (Unibos)
Selain itu, falam upaya meningkatkan kecepatan penanganan bencana, BPBD Kota Makassar juga resmi meluncurkan inovasi baru bernama SIGAP PESISIR (Sistem Integrasi Gerakan Adaptif Pesisir).
Melalui SIGAP PESISIR, BPBD menargetkan waktu respons penanganan darurat di wilayah pesisir dapat dipangkas drastis dari rata-rata sekitar 90 menit menjadi hanya 15 menit.
Menurut Fadli, kawasan pesisir Makassar memiliki tingkat kerawanan yang tinggi sehingga membutuhkan sistem penanganan yang lebih cepat dan terintegrasi.
Ancaman yang dihadapi wilayah pesisir meliputi banjir rob, gelombang ekstrem, abrasi pantai, cuaca buruk hingga berbagai kecelakaan di wilayah perairan.
“Kami BPBD berharap SIGAP PESISIR dapat menjadi model penanganan kebencanaan berbasis kolaborasi yang nantinya dapat direplikasi oleh daerah pesisir lainnya,” tuturnya.





