
Selain memperkuat sumber daya manusia, BPBD Kota Makassar juga tengah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan panjang akibat fenomena El Nino.
Pemerintah akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menentukan status penanganan yang akan diberlakukan.
“Prioritas utama adalah masyarakat yang selama ini mengandalkan air tanah, karena mereka yang paling rentan ketika musim kemarau panjang,” tambah Fadli.
Hasil asesmen sementara menunjukkan terdapat potensi sekitar 50 ribu jiwa di enam kecamatan yang berisiko mengalami kekurangan air bersih.
Ia mengapresiasi upaya Perumda Air Minum (PDAM) Makassar yang saat ini terus meningkatkan pelayanan distribusi air kepada pelanggan sehingga sebagian besar kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi.
“Hampir semua sudah terlayani PDAM. Tetapi dengan informasi dari BMKG, kondisi ini tidak bisa bertahan lama apabila kekeringan panjang terus terjadi karena debit air otomatis akan berkurang,” .
Saat ini BPBD memiliki sekitar 57 unit tandon yang masih tersedia setelah sebagian lainnya telah didistribusikan ke sejumlah titik. Sebelumnya jumlah tandon mencapai sekitar 100 unit.





