
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa dan calon alumni dengan pengalaman belajar yang relevan terhadap kebutuhan pembangunan. Dengan demikian, lulusan Unhas diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuan, tetapi juga memahami sistem pelayanan publik yang menjadi fondasi pembangunan kesehatan nasional.
Sementara itu, Muttaqien, MPH., AAK. , Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional menyampaikan bahwa Unhas memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia di Kawasan Timur Indonesia. Banyak alumni Unhas yang saat ini berkontribusi di BPJS Kesehatan dan menunjukkan kapasitas profesional yang sangat baik.
Kepala Corporate University BPJS Kesehatan, Octovianus Ramba, S.Si., Apt., AAAK. menjelaskan kerja sama ini merupakan salah satu langkah BPJS Kesehatan dalam menindaklanjuti berbagai rekomendasi penguatan sistem jaminan sosial nasional. Meskipun Program JKN merupakan program strategis pemerintah, implementasinya masih menghadapi tantangan, terutama pada aspek pemahaman masyarakat dan para pemangku kepentingan.
“Melalui kerja sama ini kami ingin meningkatkan literasi masyarakat mengenai sistem jaminan sosial kesehatan melalui perguruan tinggi. Kami berharap Unhas dapat menjadi pionir dalam membangun literasi JKN sehingga lulusan Unhas mampu menjadi agen edukasi ketika kembali ke masyarakat,” kata Octavianus.





