
Selanjutnya, pada tahap menengah, kapasitas relawan akan diperkuat melalui pelatihan lanjutan dan simulasi berkala. Di saat yang sama, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga unsur masyarakat akan terus ditingkatkan guna membangun sistem pelaporan keadaan darurat berbasis masyarakat yang lebih cepat dan efektif.
Pada tahap jangka panjang, Damkarmat menargetkan pembangunan Posko Pemadam Pesisir sebagai pusat layanan kedaruratan di wilayah kepulauan. Posko tersebut direncanakan dilengkapi dengan sarana pendukung berupa fire boat dan fire pump untuk mempercepat operasi pemadaman kebakaran maupun penyelamatan di kawasan pesisir dan pulau-pulau.
Keberadaan posko ini diharapkan mampu mempercepat waktu respons, memperluas jangkauan pelayanan Damkarmat, sekaligus meningkatkan perlindungan keselamatan masyarakat di wilayah kepulauan.
Fadli menegaskan, API BAHARI tidak hanya berorientasi pada penanganan kebakaran, tetapi juga bertujuan membangun budaya sadar keselamatan melalui edukasi, pelatihan, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Ia berharap program tersebut dapat melahirkan masyarakat pesisir yang tanggap, mandiri, dan memiliki kemampuan menghadapi berbagai kondisi darurat. Selain itu, inovasi ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang dapat direplikasi di daerah lain dengan karakteristik geografis serupa.





