MakassarNews

Perkuat Edukasi Jaga Pesisir, DLH Kumpulkan 196 Kilogram Sampah di Jelajah Sampah Kecamatan Ujung Tanah

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus memperluas gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Jelajah Sampah. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Ujung Tanah sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir untuk menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Program Jelajah Sampah menjadi salah satu strategi DLH Kota Makassar dalam mengedukasi masyarakat agar tidak hanya berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih lingkungan, tetapi juga memahami pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.

Edukasi ini dinilai penting mengingat Ujung Tanah merupakan salah satu kawasan pesisir yang memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem laut dari ancaman pencemaran sampah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan aksi plogging, yakni memungut sampah sambil berjalan di sejumlah titik lingkungan. Dari aksi tersebut berhasil dikumpulkan dan dipilah sebanyak 196 kilogram sampah, yang terdiri atas 76,6 kilogram sampah organik, 19,2 kilogram sampah anorganik, dan 100,2 kilogram sampah residu.

Dominasi sampah residu dalam hasil pengumpulan menjadi perhatian bersama karena jenis sampah tersebut sulit didaur ulang dan pada akhirnya akan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

BACA JUGA  Rektor Unhas dan Bupati Bulukumba Dorong Kolaborasi Riset dan Inovasi untuk Pembangunan Daerah

Kondisi ini menunjukkan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi penggunaan barang sekali pakai serta meningkatkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Sebagai kawasan yang berbatasan langsung dengan laut, Ujung Tanah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga pesisir dari pencemaran sampah. Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi terbawa melalui saluran drainase maupun aliran sungai hingga bermuara ke laut.

Oleh karena itu, melalui Jelajah Sampah, masyarakat diajak memahami bahwa menjaga kebersihan pesisir dimulai dari langkah sederhana, yakni memilah dan mengelola sampah di lingkungan rumah tangga.

Selain aksi plogging, peserta juga mengikuti kelas edukasi dan praktik pengelolaan sampah. Mereka mempelajari cara mengolah sampah organik menjadi kompos, membuat eco enzyme, memanfaatkan limbah organik melalui budidaya maggot, serta mengenal pemanfaatan sampah anorganik melalui Bank Sampah yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular.

DLH Kota Makassar menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak dapat hanya bergantung pada proses pengangkutan menuju TPA. Perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus memperpanjang usia layanan tempat pemrosesan akhir. Karena itu, edukasi yang berkelanjutan terus dilakukan melalui berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat.

BACA JUGA  DLH Makassar Paparkan Strategi Kota Rendah Emisi di Forum Lingkungan Hidup APEKSI 2026

Upaya tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang mengamanatkan pengurangan sampah melalui pembatasan timbulan sampah, pendauran ulang, dan pemanfaatan kembali dengan melibatkan peran aktif masyarakat.

Selain itu, Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (Jakstranas) juga menargetkan peningkatan pengurangan sampah dari sumber melalui penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).

Melalui Jelajah Sampah, DLH Kota Makassar terus mengajak pemerintah kecamatan, kelurahan, RT/RW, komunitas, sekolah, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah. Gerakan ini diyakini menjadi langkah nyata dalam mengurangi beban TPA sekaligus mencegah sampah mencemari wilayah pesisir dan laut.

Program Jelajah Sampah juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029. Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, diharapkan kesadaran untuk memilah dan mengelola sampah terus meningkat sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta pesisir yang bebas dari pencemaran sampah. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button