
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa Makassar semakin dikenal sebagai kota yang aman, inklusif, dan mampu menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Terima kasih karena telah memilih Makassar sebagai tempat penyelenggaraan Rakernas BAMAGNAS. Ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi Pemerintah Kota Makassar untuk terus menjaga harmonisasi dan kerukunan di tengah masyarakat yang sangat majemuk,” katanya.
Sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, lanjut Appi, Makassar memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memberikan ruang bagi seluruh aktivitas keagamaan yang berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta terus merawat kehidupan yang damai dan saling menghormati.
“Makassar adalah kota yang plural. Tidak boleh ada sekat yang memecah masyarakat. Kami ingin memastikan kota ini tetap terbuka bagi seluruh aktivitas keagamaan yang sesuai dengan aturan, sekaligus menjaga kehidupan masyarakat yang damai dan saling menghormati,” tegasnya.
Appi menambahkan, penguatan toleransi menjadi salah satu prioritas pemerintahannya. Upaya tersebut, kata dia, mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya posisi Kota Makassar dalam Indeks Kota Toleran.





