
“Tidak banyak warga masyarakat yang bisa secara bersama-sama bergotong royong menciptakan suasana yang sangat asri dan bersih seperti ini,” ujar Munafri.
Ia berharap konsep serupa dapat dikembangkan di seluruh RT/RW di Kota Makassar melalui sistem yang mampu menghubungkan pengelolaan sampah, urban farming, peternakan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Inilah yang kita harapkan di dalam satu lingkungan yang punya sistem siklus integrasi yang bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan mengolah sampah dengan baik,” tambahnya.
Meski demikian, Munafri menegaskan setiap wilayah tidak harus menerapkan konsep yang sama. Menurutnya, masing-masing RT/RW perlu mengembangkan inovasi sesuai potensi dan karakteristik wilayahnya.
Sebagai contoh, ia menyebut Kelurahan Berua di Kecamatan Biringkanaya yang tengah mengembangkan kawasan berbasis tanaman herbal. Inisiatif tersebut dinilai menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat yang berbeda, namun tetap memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesejahteraan warga.
“Keberagaman konsep justru menjadi kekuatan. Setiap wilayah dapat menunjukkan keunggulan sesuai potensi yang dimiliki,” katanya.





