
“Anak-anak tidak bisa dipaksakan oleh keadaan untuk bisa lebih dewasa daripada umurnya. Anak-anak harus dibawa dan dibimbing sesuai dengan bagaimana usia mereka bertumbuh,” jelasnya.
Munafri menilai perlindungan anak merupakan investasi jangka panjang dalam mempersiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, pembangunan yang berpihak kepada anak harus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi perhatian seluruh sektor.
Pada peringatan HAN 2026 yang mengangkat subtema “Menelusuri Jejak La Galigo, Belajar, Berkarya, dan Bertumbuh Bersama”, Munafri juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada anak sejak usia dini.
Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, akhlak, moral, serta kecintaan terhadap budaya daerah.
“Kita tidak butuh anak-anak yang hanya tumbuh secara cerdas, tetapi anak-anak yang mempunyai akhlak yang baik, moralitas, mengerti akan budaya, dan memahami konten-konten lokal yang ada di daerah kita,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong penguatan nilai-nilai budaya lokal dalam pendidikan dasar. Selain itu, Munafri berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang yang aman bagi anak untuk bermain, berinteraksi, dan mengembangkan bakat setelah jam pelajaran berakhir.





