MakassarNews

Dinkes Makassar Gencarkan Edukasi Pilah Sampah dari Rumah untuk Cegah Penyakit

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar terus menggalakkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat. Salah satu upaya yang ditekankan yakni membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Kepala Dinkes Kota Makassar, dr. Nur Saidah Sirajuddin, M.Kes., mengatakan memilah sampah bukan hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik dapat membantu memutus rantai penularan penyakit sekaligus mencegah berkembangnya vektor penyakit di lingkungan permukiman.

“Pilah sampah hari ini untuk Makassar yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Kebiasaan kecil dari rumah ini membantu menciptakan Makassar yang jauh lebih aman dari ancaman penyakit,” ujar Nur Saidah, Rabu (5/8/2026).

Dalam edukasinya, Dinkes Makassar memperkenalkan tiga kategori utama sampah yang perlu dipilah masyarakat berdasarkan jenisnya.

BACA JUGA  Program Prioritas Pemkot Makassar Dapat Respons Positif, Kepuasan Publik Tinggi

Pertama, sampah organik yang ditempatkan pada wadah hijau. Jenis ini berasal dari sisa makhluk hidup, seperti sisa makanan, daun, kulit buah, dan bahan dapur alami.

Sampah organik dapat diolah menjadi kompos sehingga bermanfaat untuk menyuburkan tanaman sekaligus mengurangi volume sampah yang dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Kedua, sampah anorganik yang ditempatkan pada wadah kuning. Sampah ini berasal dari bahan nonhayati atau hasil proses industri yang relatif sulit terurai secara alami, tetapi masih memiliki nilai ekonomi dan dapat didaur ulang maupun digunakan kembali.

Contohnya antara lain botol plastik, kertas atau kardus, kaleng, dan kemasan kaca. Masyarakat diimbau membilas serta mengeringkan kemasan tersebut sebelum disetorkan ke Bank Sampah.

Ketiga, sampah residu yang ditempatkan pada wadah abu-abu atau hitam. Jenis ini merupakan sampah yang tidak dapat didaur ulang maupun dikomposkan sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut agar tidak mencemari lingkungan.

BACA JUGA  Bantuan Pemkot Makassar-IKA Unhas Disalurkan ke Kecamatan Latimojong Gunakan Helikopter

Sampah residu antara lain masker sekali pakai, perban, cotton bud, popok bayi, pembalut, puntung rokok, kemasan sachet berlapis foil atau metalized, hingga pecahan kaca dan keramik.

Dinkes Makassar menegaskan bahwa menciptakan lingkungan yang sehat merupakan tanggung jawab bersama. Kebiasaan memilah sampah dari rumah diharapkan dapat menjadi bagian dari pola hidup masyarakat sehari-hari.

Selain membantu mengurangi volume sampah, pemilahan yang dilakukan secara disiplin juga dapat menekan bau tidak sedap serta mencegah penumpukan sampah dan genangan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk maupun tikus.

Melalui edukasi PHBS tersebut, Dinkes Makassar mendorong masyarakat mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya Makassar yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button