
Ia menilai, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Oleh sebab itu, edukasi terus dilakukan agar budaya memilah sampah dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya tersebut, kata Udin, mulai membuahkan hasil. Kesadaran warga terus meningkat, lingkungan menjadi lebih bersih, dan volume sampah yang dikirim ke TPA Tamangapa semakin berkurang.
βHal yang mendorong kami mengajak masyarakat adalah keyakinan bahwa perubahan besar harus dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah dan lingkungan masing-masing. Alhamdulillah, hasilnya saat ini sudah cukup positif. Partisipasi masyarakat mulai meningkat, lingkungan menjadi lebih bersih, dan sampah yang dibuang ke TPA dapat dikurangi. Ini menunjukkan bahwa apabila dilakukan secara bersama-sama dan konsisten, pengelolaan sampah mandiri dapat menjadi gerakan yang nyata dan berkelanjutan,β tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, warga RW 04 memanfaatkan berbagai inovasi untuk mengolah sampah organik, mulai dari Teba Modern, budidaya larva Black Soldier Fly (BSF), hingga teknologi biodigester yang mengubah limbah organik menjadi gas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.





