
Munafri menyambut positif tawaran tersebut. Ia menilai peningkatan kapasitas aparatur sipil negara menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kompetensi dalam menjalankan pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Meski demikian, ia berharap kesempatan pengembangan kapasitas tidak hanya diperuntukkan bagi pejabat struktural maupun aparatur pemerintah.
Munafri mengusulkan agar program pelatihan juga dapat menjangkau kelompok masyarakat non-ASN, seperti nelayan dan petani, yang dinilai membutuhkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Duta Besar Singapura.
Menurut Munafri, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Kota Makassar sekaligus mendorong produktivitas masyarakat.
“Kami ingin menyelesaikan masalah sosial di Makassar. Seperti para nelayan, para petani, mereka tidak memiliki cukup pengetahuan tentang masalah mereka, termasuk memanfaatkan teknologi,” jelasnya.
Usai pertemuan, Munafri meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar segera menindaklanjuti peluang kolaborasi tersebut.





