MakassarNews

National Kongress MGBKGI Perdana di Unhas, Guru Besar Kedokteran Gigi Rumuskan Agenda Transformasi

Sejumlah persoalan yang masih dihadapi sektor kesehatan, khususnya kesehatan gigi. Distribusi dokter gigi dan dokter gigi spesialis belum merata, akses pelayanan terbatas akibat faktor pembiayaan dan kondisi geografis, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Selain itu, standar sarana dan prasarana fasilitas pelayanan kesehatan belum sepenuhnya merata, sementara sebagian besar material dan peralatan kedokteran gigi masih bergantung pada produk impor.

“Perkembangan teknologi juga membuka peluang baru. Adaptasi terhadap kecerdasan artifisial, teknologi 3D printing, dan teledentistry perlu masuk dalam pengembangan kurikulum pendidikan kedokteran gigi agar lulusan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan layanan kesehatan modern,” kata Prof. Suryono.

BACA JUGA  DLH PPU Terima 6 Armada Roda Tiga dari KLHK Atasi Masalah Sampah

Ketua MGBKGI, Prof. Muhammad Ruslin, memandang guru besar memiliki tanggung jawab strategis dalam meningkatkan nilai sivitas akademika. Peran tersebut dapat dijalankan melalui pembinaan dosen muda menuju publikasi ilmiah dan paten, pembukaan jejaring riset internasional bagi mahasiswa, serta penguatan budaya _research-to-impact_ di lingkungan departemen. Guru besar juga berperan memperluas internasionalisasi perguruan tinggi melalui peningkatan visibilitas publikasi ilmiah, program _visiting professorship_, dan kolaborasi riset lintas negara.

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button