
Kelompok tersebut membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk menunjang kesehatan ibu sekaligus pertumbuhan anak. Karena itu, DASHAT diarahkan bukan sekadar sebagai kegiatan pemberian makanan, tetapi juga sebagai sarana membangun kebiasaan makan sehat di lingkungan keluarga.
DPPKB Makassar juga mendorong peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi. Dengan keterampilan tersebut, keluarga diharapkan mampu menyediakan menu sehat secara mandiri dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan dan terjangkau.
Selain persoalan pemenuhan gizi, edukasi dalam DASHAT juga diarahkan untuk membentuk kesadaran baru di tingkat keluarga. Masyarakat didorong memahami bahwa pencegahan stunting membutuhkan perhatian sejak masa kehamilan dan terus berlanjut pada masa menyusui hingga periode pertumbuhan anak.
Melalui pengelolaan DASHAT di Kampung KB Tanjung Merdeka, DPPKB Makassar ingin menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama dalam membangun pola konsumsi yang lebih sehat.
Dapur kemudian menjadi titik awalnya: dari bahan pangan lokal, diolah menjadi makanan bergizi, lalu menjadi bagian dari ikhtiar membangun keluarga sehat dan menekan risiko stunting di Makassar. (*)





