
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mematangkan persiapan sebagai salah satu tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional yang digelar di Sulawesi Selatan, 24–30 Agustus 2026.
Persiapan dibahas dalam rapat pemantapan yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, di Ruang Rapat Sekda, Balai Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).
Andi Zulkifly yang juga Ketua KORPRI Kota Makassar menekankan pentingnya kesiapan seluruh perangkat daerah. Makassar akan menjadi lokasi pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional, sementara penutupan dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Pembukaan berpotensi dihadiri pejabat negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, atau menteri. Meski kehadiran tersebut masih menunggu kepastian, seluruh panitia diminta mempersiapkan kegiatan secara maksimal.
“Ini adalah kegiatan tingkat nasional. Kita sebagai tuan rumah di Kota Makassar harus mempersiapkan acara sebaik mungkin. Pembukaan ini bisa saja dihadiri Presiden, Wakil Presiden, atau setingkat menteri,” ujar Andi Zulkifly.
Sejumlah cabang perlombaan juga akan berlangsung di beberapa lokasi di Makassar, termasuk kawasan Karebosi dan Asrama Haji. Karena berskala nasional, seluruh perangkat daerah yang masuk dalam kepanitiaan diminta aktif menjalankan tugas masing-masing.
Dalam rapat tersebut, Pemkot Makassar membagi sejumlah tanggung jawab. Dinas Kesehatan bersama rumah sakit daerah menyiapkan tenaga medis, ambulans, dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Satpol PP bertugas mendukung pengamanan bersama Pemprov Sulsel dan kepolisian.
Dinas Pariwisata menyiapkan pertunjukan budaya serta memperkuat promosi kegiatan di hotel, restoran, dan destinasi wisata. Sementara Dinas Perhubungan menyiapkan rekayasa lalu lintas, jalur evakuasi, serta kebutuhan pendukung di lokasi kegiatan.
Aspek kebersihan juga menjadi perhatian. Petugas kebersihan diminta bekerja selama kegiatan berlangsung, bukan hanya setelah acara selesai. Sampah harus tersedia tempat penampungannya, dipilah, dan segera diangkut.
“Jangan sampai petugas kebersihan baru datang setelah acara selesai. Petugas harus bergerak selama kegiatan berlangsung. Masing-masing wilayah harus punya tanggung jawab dan kantong sampah yang disiapkan. Sampah juga harus dipilah dan segera diangkut,” tegasnya.
Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar diminta memperkuat publikasi melalui media cetak, daring, televisi, radio, media sosial, hingga siaran langsung. Media nasional dan lokal juga akan dilibatkan dalam peliputan rangkaian kegiatan.
Dari sisi keamanan dan lalu lintas, koordinasi lintas sektor akan diperkuat, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan kepolisian. Dinas Perhubungan diminta menyiapkan skenario pengaturan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan yang berpotensi terdampak, termasuk Jalan Ahmad Yani dan Jalan Nusantara.
Andi Zulkifly juga meminta perangkat daerah terkait, seperti Dishub, Satpol PP, pemadam kebakaran, Dinas Kesehatan, protokol, serta event organizer (EO), terlibat dalam koordinasi pengamanan.
“Yang paling penting adalah koordinasi. Kalau ada rapat dengan provinsi terkait keamanan dan ketertiban, perangkat daerah yang berkaitan harus diundang. Kita harus satu komando dan memiliki pemahaman yang sama,” katanya.
Ia berharap seluruh perangkat daerah menjalankan tugas sesuai pembagian tanggung jawab dan menjaga koordinasi hingga seluruh rangkaian MTQ VIII KORPRI Nasional selesai.
“Kita ingin sebagai tuan rumah memberikan pelayanan dan penyelenggaraan yang terbaik. Ini membawa nama Kota Makassar, sehingga seluruh persiapan harus dilakukan dengan serius,” pungkasnya. (*)





