
Dari sisi penyaluran dana, kredit perbankan tumbuh 5,27 persen (yoy) menjadi Rp176,30 triliun. Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit produktif memiliki pangsa 52,28 persen dan tumbuh positif sebesar 2,36 persen (yoy). Sementara itu, kredit konsumtif memiliki pangsa 47,72 persen dan tumbuh sebesar 8,66 persen (yoy).
Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit produktif terbesar berada pada sektor perdagangan besar dan eceran, dengan pangsa 21,53 persen dari total penyaluran kredit. Kondisi ini menunjukkan peran perbankan yang tetap kuat dalam mendukung aktivitas usaha dan perekonomian daerah.
Fungsi intermediasi perbankan juga tetap berjalan dengan baik, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 117,71 persen. Di sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) masih terjaga pada level 3,70 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perbankan di Sulawesi Selatan tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi dan menyalurkan pembiayaan untuk mendukung aktivitas ekonomi, dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang memadai.





