MakassarNews

Melinda Aksa Dorong 18 Pasar di Makassar Disiplin Pilah Sampah dari Sumber

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memperkuat pengelolaan sampah dari sumber dengan mendorong seluruh pasar menerapkan pemilahan secara disiplin. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, mengatakan pasar menjadi salah satu sektor strategis dalam pengelolaan sampah karena menghasilkan volume sampah cukup besar setiap hari.

Hal tersebut disampaikan Melinda saat menghadiri Rapat Evaluasi Program Pemilahan Sampah di Unit Pasar bersama jajaran Perumda Pasar Karya dan 18 kepala pasar di Kantor Pusat Perumda Pasar Karya, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, pemilahan harus dimulai dari pedagang, tenan, hingga masyarakat yang beraktivitas di lingkungan pasar. Edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan, tetapi harus dibarengi kedisiplinan dan ketegasan dalam penerapan aturan.

“Pasar ini sebenarnya lebih mudah kita identifikasi. Kita bisa melihat siapa yang sudah memilah dan siapa yang belum. Jadi edukasi harus berjalan, tetapi setelah edukasi tentu harus ada ketegasan,” ujar Melinda.

Melinda menyebut lebih dari separuh sampah pasar merupakan sampah organik yang seharusnya dapat diolah atau dimanfaatkan kembali. Karena itu, sampah organik dan anorganik harus dipisahkan sejak dari sumber agar tidak seluruhnya menjadi residu.

BACA JUGA  Ashari Sitaba Sukses Pukau Penonton F8 Lewat Lagu Daerah Makassar

“Kalau sampah organik masih bercampur, akhirnya semua menjadi residu. Ini yang harus kita ubah dari hulunya,” tegasnya.

Kebijakan tersebut semakin penting setelah mulai 1 Agustus 2026 TPA diarahkan hanya menerima sampah residu. Sampah yang masih tercampur dari pasar akan membuat proses pengangkutan dan pengolahan menjadi lebih berat.

Pemkot Makassar juga mendorong penyiapan lokasi khusus untuk mengolah sampah organik dari pasar serta sektor HOREKA atau hotel, restoran, dan kafe. Sampah organik tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan kembali melalui pengolahan yang tepat.

Melinda turut mendorong setiap pasar memiliki sistem pengelolaan sampah secara mandiri dengan pendampingan Dewan Lingkungan Hidup. Menurutnya, pola pengelolaan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan volume sampah masing-masing pasar.

Salah satu contoh terdapat di Pasar Kalimbu. Kepala Pasar Kalimbu, Sahir, mengatakan produksi sampah di pasar tersebut mencapai sekitar tiga ton per hari, dengan sekitar dua ton berupa sampah organik.

Sebagian sampah organik, terutama sisa sayuran, telah dimanfaatkan peternak. Pemilahan tersebut turut menurunkan volume sampah residu yang sebelumnya sekitar 120 kilogram per hari menjadi sekitar 60 kilogram.

BACA JUGA  Melinda Aksa Ajak Kader PKK Jadi Pelopor Literasi Digital dan Perlindungan Anak di Era Internet

Namun, kedisiplinan pedagang dan masyarakat masih perlu diperkuat karena masih ditemukan sampah yang tidak dipilah sesuai tempat yang disediakan.

Direktur Utama Perumda Pasar Karya, Ali Gauli Arief, mengatakan pihaknya berkomitmen mengurangi sampah yang dibuang ke TPA. Pengelolaan sampah organik juga mulai diterapkan di sejumlah pasar, salah satunya melalui penggunaan komposter aerob di Pasar Pa’baeng-baeng.

Melinda menegaskan keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi pengelola pasar, pedagang, masyarakat, pemerintah, dan Dewan Lingkungan Hidup.

Ia menargetkan sebelum evaluasi berikutnya pada September 2026, perbaikan pengelolaan sampah dari hulu dapat mencapai lebih dari 90 persen.

“Target kita jelas. Sebelum evaluasi pada September nanti, kita harus bisa menunjukkan perbaikan pengelolaan sampah dari hulu secara signifikan, bahkan di atas 90 persen. Ini bukan hanya soal kebersihan pasar, tetapi bagaimana kita bersama-sama memastikan sampah yang masuk ke TPA benar-benar hanya residu,” kata Melinda.

Evaluasi terhadap 18 pasar tersebut diharapkan menjadi momentum mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara terukur, sekaligus menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button