
Prof. JJ juga menyebut tradisi prestasi yang dibangun mahasiswa Unhas menjadi bukti bahwa kampus dari Kawasan Indonesia Timur memiliki kapasitas untuk menghasilkan mahasiswa yang mampu berkompetisi di tingkat nasional hingga global.
“Tradisi juara di kampus ini hadir untuk menghapus rasa minder anak daerah. Ini adalah bukti bahwa kapasitas mahasiswa di luar Pulau Jawa itu setara, kita mampu memimpin di kancah nasional dan siap berkompetisi di level dunia,” lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menekankan pentingnya mahasiswa memiliki keberanian untuk melangkah, beradaptasi, dan melakukan transformasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat. Perguruan tinggi diharapkan hadir sebagai ruang bagi mahasiswa mengembangkan kapasitas sekaligus menghasilkan dampak nyata bagi diri sendiri dan lingkungan.
“Mahasiswa harus berani melangkah, mampu bertransformasi secara cepat dan adaptif, serta menghasilkan dampak nyata. Proses itu dimulai sejak PKKMB sebagai momentum awal mengenal kehidupan perguruan tinggi dan beradaptasi dengan lingkungan akademik,” jelas Prof. Brian.





