
Tahap berikutnya menyasar Mamajang, Bontoala, Wajo, Tamalate, dan Sangkarrang. Pendataan kemudian dilanjutkan ke kecamatan lainnya, termasuk Biringkanaya, Tallo, Makassar, dan Ujung Tanah.
Menurut Andi Bukti, percepatan pendataan tidak semata-mata mengejar persentase capaian. Hal yang lebih penting adalah memastikan kondisi sosial ekonomi masyarakat tercatat secara benar.
“Total target data kita ada 426.000 KK yang mau didata, percepatan pendataan bukan semata mengejar angka persentase, tetapi juga memastikan warga yang menjadi sasaran benar-benar terdata dengan baik,” tuturnya.
Meski progres terus meningkat, Dinsos masih menghadapi kendala terkait komitmen dan ketersediaan agen dari sejumlah SKPD. Untuk mengantisipasinya, jajaran Dinsos turut turun langsung menutup kekurangan personel di lapangan.
Setelah tugas agen dari SKPD selesai, Dinsos juga menyiapkan strategi melibatkan RT dan RW untuk menyisir warga yang belum terdata. Langkah tersebut dinilai penting karena RT dan RW berada paling dekat dengan masyarakat sehingga dapat membantu memastikan tidak ada warga yang terlewat.
Selain pendataan, Perlinsos Digital menyediakan portal yang memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran dan menyampaikan pengaduan terkait data. Digitalisasi ini diharapkan memperkuat akurasi basis data sekaligus memudahkan pemutakhiran apabila terjadi perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat.





