
Selain memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari, penanganan darurat juga diarahkan untuk mencegah munculnya persoalan kesehatan akibat krisis air. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
BPBD menegaskan koordinasi lintas sektor tidak hanya sebatas pendataan, tetapi juga menggabungkan seluruh sumber daya yang tersedia. Pemerintah, TNI/Polri, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat diharapkan dapat bersama-sama membantu warga terdampak.
Selama masa tanggap darurat, BPBD Makassar akan terus memperbarui data dan memetakan kebutuhan di setiap wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi air bersih dan bantuan lainnya dapat berlangsung cepat, terukur, dan tepat sasaran. (*)





