
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Pemkot Makassar menyiapkan sejumlah skema, mulai dari penempatan tandon air, distribusi air bersih secara berkala hingga penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Potensi kebakaran akibat kondisi cuaca yang kering juga menjadi perhatian dalam operasi tanggap darurat tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen dalam menangani krisis kekeringan. Menurutnya, penanganan tidak dapat hanya mengandalkan satu instansi, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.
Penetapan status darurat, kata dia, harus segera diikuti dengan langkah konkret di lapangan. Kapasitas armada, titik prioritas, hingga kecepatan respons perlu dipetakan agar bantuan dapat segera diterima warga yang membutuhkan.
Sebagai langkah awal, BPBD Makassar telah mendistribusikan puluhan tandon air ke sejumlah lokasi yang dinilai kritis. Sebanyak 17 unit ditempatkan di Kecamatan Ujung Tanah, delapan unit di Biringkanaya, dan 10 unit di Kecamatan Tallo.
Pemkot Makassar juga mengoptimalkan berbagai sarana pendukung, termasuk armada mobil tangki, sumber air baku, logistik, tenaga medis, serta personel yang diterjunkan ke lapangan.





