
Menurut Melinda, pengalaman yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat menjadi referensi bagi Dekranasda Makassar dalam menyusun strategi pengembangan kerajinan yang tidak hanya berorientasi pada promosi produk.
Penguatan kapasitas perajin dan keberlanjutan pengetahuan yang menjadi bagian dari setiap karya juga dinilai penting untuk mendapat perhatian.
“Kita ingin kerajinan daerah terus bertumbuh tanpa kehilangan identitasnya. Tradisinya tetap kita jaga, tetapi perajinnya juga harus berkembang, produknya semakin kuat, dan pasarnya semakin luas. Dari ruang seperti ini kita bisa melihat banyak kemungkinan yang nantinya dapat kita adaptasi dan kembangkan di Makassar,” jelasnya.
Ke depan, Dekranasda Kota Makassar akan terus mendorong kolaborasi sekaligus membuka ruang pengembangan bagi pelaku kerajinan lokal, termasuk sektor wastra.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk kerajinan daerah sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi para perajin.
Di sisi lain, pengembangan kerajinan juga diharapkan mampu menjaga keterampilan, cerita, dan identitas budaya yang terkandung dalam setiap karya agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.





