
Ruang tersebut memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam mengembangkan gagasan menjadi produk bernilai ekonomi, mulai dari membaca kebutuhan konsumen, menyusun strategi pemasaran, mengelola keuangan hingga membangun jejaring usaha.
Prof. Amir menegaskan, semangat kewirausahaan juga perlu tumbuh di kalangan dosen dan seluruh sivitas akademika agar pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan kampus dapat dikembangkan menjadi usaha serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kami ingin semangat kewirausahaan tidak hanya tumbuh di kalangan mahasiswa, tetapi juga di kalangan dosen dan sivitas akademika,” katanya.
Ke depan, Unhas menempatkan dampak sebagai salah satu ukuran penting keberhasilan ekosistem kewirausahaan. Aktivitas bisnis diharapkan tidak hanya memperkuat unit usaha kampus, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa, mendorong inovasi, serta menggerakkan perekonomian di lingkungan sekitar. (*)





