
Melinda mengatakan, seluruh agenda tersebut memiliki keterkaitan dengan upaya memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan masyarakat.
Persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, turut menjadi perhatian. Melinda mengajak kader PKK menggalakkan gerakan “Pilah Sampah dari Rumah” agar pemilahan sampah menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat.
“Kalau kita ingin Makassar Bebas Sampah 2029, perubahan itu harus dimulai dari rumah. Kader PKK punya posisi yang sangat strategis untuk mengedukasi keluarga, mulai dari memilah sampah hingga memastikan sampah dikelola dengan benar,” tegasnya.
Menurutnya, kedekatan kader PKK dengan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mendorong perubahan perilaku hingga tingkat keluarga. Edukasi pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti pada imbauan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dan keteladanan sehari-hari.
Selain lingkungan, Melinda juga menekankan pentingnya validitas data dalam pelaksanaan program PKK. Data dari tingkat bawah hingga kecamatan harus menggambarkan kondisi sebenarnya sehingga dapat menjadi dasar untuk mengukur capaian dan menentukan langkah strategis.





