
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Kepemimpinan DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulawesi Selatan memasuki periode baru setelah Aliyah Mustika Ilham mendapat kepercayaan untuk memimpin organisasi tersebut hingga 2031. Aliyah terpilih secara aklamasi setelah empat kandidat lainnya sepakat menyerahkan mandat kepemimpinan kepadanya.
Kesepakatan tersebut menjadi cerminan kuatnya kebersamaan para pelaku usaha perjalanan wisata di Sulawesi Selatan. Proses pemilihan berlangsung melalui musyawarah hingga seluruh kandidat mencapai mufakat tanpa perlu pemungutan suara.
Usai ditetapkan sebagai ketua, Aliyah menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota ASITA Sulsel, termasuk empat kandidat yang turut dalam bursa pemilihan. Ia menilai kepercayaan tersebut merupakan amanah bersama yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Terima kasih kepada seluruh anggota ASITA Sulawesi Selatan, khususnya kepada empat calon yang telah memberikan kepercayaan dan amanah kepada saya untuk memimpin ASITA Sulsel. Ini bukan hanya amanah pribadi, tetapi amanah bersama yang harus kita jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ungkap Aliyah.
Memasuki masa kepemimpinan lima tahun, Aliyah membawa visi “ASITA Sulsel Naik Kelas: Terpadu, Saling Terhubung, Terpercaya, dan Memberi Dampak Nyata”. Gagasan tersebut diarahkan untuk memperkuat ASITA sebagai bagian dari ekosistem pariwisata yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Dalam visi tersebut, DPD ASITA Sulsel akan didorong menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha pariwisata, pemerintah, komunitas, hingga jaringan pasar internasional. Penguatan jejaring itu diharapkan turut meningkatkan daya saing Sulawesi Selatan sebagai destinasi wisata unggulan.
Untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam program kerja, Aliyah memperkenalkan enam agenda strategis yang dikemas dalam program AMI (ASITA Maju Inspiratif).
Enam agenda tersebut meliputi pembangunan jaringan kolaborasi tanpa batas, peningkatan kepercayaan publik terhadap organisasi, penciptaan dampak ekonomi bagi anggota dan masyarakat, penguatan tata kelola yang transparan dan akuntabel, percepatan transformasi digital, serta penguatan posisi ASITA sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyusunan kebijakan pariwisata.
Aliyah menegaskan, keberhasilan kepemimpinannya tidak akan diukur dari banyaknya kegiatan seremonial maupun rapat organisasi. Menurutnya, ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh ASITA mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan memberi manfaat bagi sektor pariwisata secara luas.
“Keberhasilan ASITA diukur bukan dari banyaknya rapat, tapi dari naiknya tingkat kesejahteraan anggota dan pelaku pariwisata,” tegasnya.
Terpilihnya Aliyah secara aklamasi diharapkan menjadi modal awal untuk membangun organisasi yang lebih solid dan adaptif menghadapi perubahan industri pariwisata. Kepemimpinan baru tersebut juga diharapkan mampu memperkuat posisi ASITA Sulsel dalam membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan pariwisata.
Dengan semangat kebersamaan yang mengantarkan proses pemilihan secara mufakat, ASITA Sulsel di bawah kepemimpinan Aliyah diharapkan tidak hanya menjadi wadah bagi pelaku usaha perjalanan, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan perkembangan pariwisata Sulawesi Selatan. (*)





